
Article Details
Kediaman di Cipinang Muara Jakarta Timur |
| Date Added: October 06, 2009 04:25:54 AM |
Didesain oleh Freddy dan tim dari Tridhistana, lahan yang luas tak menjadi halangan untuk menciptakan bukaan pada ruang-ruangnya. Karenanya, hamper seluruh ruangan mendapatkan pencahayaan dan penghawaan. Di samping itu, karakteristik pemilik yang memiliki kegemaran berkumpul dengan keluarga besar, ditanggapi dengan menciptakan ruang-ruang dalam skala cukup besar, baik di indoor ataupun out door. Area ruang keluarga yang menjadi pusat kegiatan, didesain lapang dan terbuka. Deretan pintu kaca berukuran lebar dengan engsel pivot memberi keleluasaan udara dan cahaya yang masuk dari arah halaman belakang. Menyatu dengan area ini, terdapat ruang makan dan pantry. Konsep kekeluargaan dan keterbukaan terwadahi dalam desain ruang yang menyatu tanpa batas. Total lahan seluas 1.300 m2 awalnya merupakan dua kaveling yang berada di hoek dan diapit oleh dua sisi jalan. Untuk memberi kemudahan, dibuatlah pencapaian dari masing-masing jalan tersebut. Pencapaian utama diarahkan menuju area depan, sedangkan pencapaian kedua terhubung ke halaman belakang. Bentuk lahan asimetris, diolah dengan menempatkan dua massa bangunan – massa utama dan massa service – yang saling terhubung dalam tiap kavelingnya. Masing-masing massa dibentuk sejajar dengan garis lahannya, menuju ke satu arah di area pencapaian utama. Di area tersebut, gubahan kedua massa berhasil melaksanakan fungsinya dengan “menangkap” view secara baik. Ruang terbuka yang cukup luas, baik di area depan dan belakang, menjadi kekuatan utama rumah ini. Kedua ruang terbuka dihubungkan oleh pedestrian berbatu yang mengelilingi batas lahan. Pedestrian yang tertata apik menjadi sajian menarik di tengah pengolahan lansekap sederhana. Sebagian halaman depan diolah dengan perkersan, yang juga berfungsi sebagai area olahraga dan bermain. Sedangkan di halaman belakang, hamparan rumput hijau menjadi sarana berkumpul dan santai bersama keluarga. Melengkapi tatanan ini, ditempatkan gazebo dan kolam ikan di salah satu sudut halaman. Gazebo ini pun menjadi aksen menarik di halaman belakang.
Topografi lahan yang berbeda pun, dimanfaatkan secara baik oleh arsiteknya. Posisi yang lebih rendah di lahan di bagian depan difungsikan sebagai area semi-basement. Karenanya, pencapaian menuju pintu masuk utama yang terletak di lantai dua, diarahkan melalui anak tangga. Area ini berhasil menjadi centre point pada fasad depan rumah. Sementara itu, tembok pagar tinggi dan solid yang membatasi lahan ditujukan untuk alasan privasi. Tak heran, sebab area yang luas memang difungsikan sebagai tempat bersantai atau berolahraga penghuni. |