Tridhistana - Directory

Sritex rencanakan Renovasi Stadion

Article Details 

Submit Link | Latest Links | Latest Articles | Top Hits | Contact  
Tridhistana - Architecture Directory » Article Details

Sritex rencanakan Renovasi Stadion

Date Added: October 06, 2009 10:34:16 PM

Bhinneka Sritex yang musim ini gagal melaju ke final IBL ( Indonesia Basketball League ) berencana untuk merenovasi home-base mereka dan merubah nama dari GOR Bhinneka menjadi Sritex Arena. Bekerja sama dengan PT. Tridhistana sebagai Tim Arsitek Perencana.  rencananya mereka akan menambah kapasitas stadion dari 5000 menjadi 6500 atau 7000 penonton dan mereka juga ingin memperbaiki fasade serta tribun lapangan.

Alih kelola Gedung udah resmi dilakukan sejak 1 April lalu, Renovasi itu karena rasa tanggung jawabnya kepada klub Bhinneka. Meski bisnis utamanya adalah industri tekstil, tapi PT Sritex ikut menjadi bagian dari sejarah panjang klub basket kebanggan orang Solo tersebut.

Salah satu wujud tanggung jawab itu, usai alih kelola, PT Sritex akan membangun kompleks lapangan bulutangkis di kawasan itu. "Sudah saya bentuk tim untuk mengurus semuanya (di Sritex Arena), dengan tujuan untuk memajukan olahraga," Ujar Pemilik Sritex's

Pengambilalihan itu juga membuat pucuk struktur organisasi yang dulu dipegang Halim berganti. Ketua umum kini dipegang oleh Ary Prasetyo, dengan Wymbo Witjaksono sebagai penasehat, dan Sumartono Hadinoto sebagai humas. Ary adalah pengusaha kenalan Lukminto, sementara Wymbo dan Sumartono saat ini masih menjabat sebagai pengurus inti PMS.

Tim tersebut bertanggung jawab mengelola Sritex Arena, termasuk menarik pulang Bhinneka dari Jakarta. "Rapat khusus akan dilakukan 11 April mendatang, dengan agenda pembahasan semua langkah ke depan," lanjut Lukminto, yang kemarin datang di serah terima tanpa didampingi Halim.

Ditemui terpisah, Halim Sugiarto menegaskan dia tidak menjual GOR Bhinneka ke PT Sritex. Jadi, tidak ada transaksi di alih kelola itu. "Itu hanya (alih) pengelolaan saja, mulai 1 April lalu sampai seterusnya," ujarnya.

Alih kelola itu mencakup operasionalisasi sampai pembinaan cabang olahraga yang selama ini dikelola Bhinneka. Meski untuk menarik kembali Bhinneka dari Jakarta menurut Halim butuh waktu yang cukup lama. Sebab, merger dengan Stadium baru berakhir Desember 2009. "Kalau mau ditarik kembali, ya silakan. Tapi, menunggu mergernya selesai," tukas Halim. (im/tej)